

Sebagai pengantar layaknya pengantar mata kuliah di kampus, coba simaklah video di bawah ini terlebih dahulu,
Paul Mawhinney merupakan kolektor records terbanyak di dunia. Ia mendedikasikan hidupnya untuk mengkoleksi musik dalam bentuk piringan hitam/vinyl. Saking banyak koleksi yang beliau miliki,. sampai - sampai ada sebutan "The Archive" untuk koleksinya. Bapak yang sudah bisa dibilang memasuki usia senjanya ini sangat kontra dengan maraknya transformasi kemasan musik ke bentuk digital yang berkembang dua dekade terakhir ini. Menurutnya kualitas yang diberikan oleh piringan hitam jauh lebih memuaskan dan berkualitas dibandingkan dengan musik dalam bentuk cd, mp3, dan bentuk - bentuk digital lainnya yang sudah dikompres, seperti yang pada umumnya selalu kita jumpai sekarang ini. Untuk hal yang itu saya rasa semua penikmat musik termasuk saya akan setuju 1000 % dengan Paul. Mungkin dunia sudah terlalu cepat berubah dan banyak orang yang cenderung untuk memilih sesuatu yang lebih simpel dan praktis untuk mendengarkan musik mereka, seperti mungkin contohnya ratusan album yang dapat didengarkan secara leluasa dengan memasukkannya ke dalam satu perangkat elektronik yang dapat dibawa kemana - mana. Namun bagi Paul Mawhinney apa yang ia miliki tak ada tandingannya dengan siapapun. Ia konsisten dengan apa yang ia koleksi dari awal, dan tidak kenal kompromi dengan perubahan.
Sayang saya lahir dan tumbuh dalam era dimana kaset dan cd mulai berkembang, dan eksistensi piringan hitam sedang diambang kepunahannya. Tetapi saya beruntung dapat mengenal piringan hitam dari keluarga saudara, teman, dan juga lingkungan. Kalau tidak salah baru waktu saya duduk di kelas 1 SMA, ketika vinyl mulai kembali bangkit dan berkembang di tanah air, kalau saya menyadari bahwa saya memiliki interest yang sangat besar untuk mengkoleksi vinyl. Namun baru ketika saya berada di kelas 3, saya mulai serius menjadi kolektor. Koleksi saya bila dibandingkan dengan koleksi vinyl kolektor - kolektor lokal mungkin masih belum ada apa - apanya. Apalagi bila dibandingkan dengan Paul Mawhinney. Itu sih sebuah lelucon, dan bagaikan surga dengan neraka. Tetapi seiring berjalannya waktu, saya akan terus berusaha untuk membangun koleksi yang saya miliki. Mungkin suatu saat nanti, jika dunia sudah lebih tenteram dan rejeki sudah mampir menyapa, akan saya beli berbagai vinyl idaman dan impian. Namun untuk saat ini, hanya ada satu cara bagi saya agar bisa menikmati berbagai bunyi dan suara masif dari putaran sebuah vinyl record/piringan hitam, MENABUNG!
Ayo lelangkan sajalah iP*d kece milikmu itu, dan ikutilah jejak Paul Mawhinney!
Currently listening :
Teeth of Lions Rule the Divine - Rampton
Buayasumur.



0 comments:
Post a Comment