Loading...

Monday, July 12, 2010

Such Hawks Such Hounds : Caravan Pembawa Harta Karun

Jikalau kebosanan dan kemuakkan anda dengan musik top chart saat ini sudah mencapai titik maksismum, maka mungkin ini adalah formula paling mujarab buat anda semua.


Such Hawks Such Hounds, adalah sebuah film dokumenter karya John Srebalus dan Jessica Hundley yang dirilis pada tahun 2008 yang menangkap pergerakan scene musik rock underground yang bereksistensi di Amerika Serikat dari mulai era awal 70' an  hingga tahun 2007. Film dokumenter ini mencoba untuk untuk mengeksplorasi bagaimana cerita dan kisah berbagai band yang khususnya berada dalam ruang lingkup musik psychadelic/stoner/proto metal di Amerika. Baik itu dari segi perkembangan awal, perjalanan musik mereka, cerita dari masing - masing band, berbagai macam dan sumber influens, dan bagaimana scene ini menanggapi kebusukan industri musik mainstream.



                                    
Such Hawks Such Hounds adalah sebuah dokumenter yang nyata, jujur, dan sangat dalam. Rasanya selama kurang lebih 1 jam 24 menit kita akan dibawa ke dalam perjalanan astral oleh sebuah caravan menulusuri dan menyelami musik rock yang kasar, psikadelik, berat, dan tidak kenal kompromi. Menurut saya, yang membuat dokumenter ini terasa begitu istimewa adalah karena dalam film ini dapat dilihat bahwa apa yang didokumentasikan adalah hasil terjun langsung dan rekaman berbagai footage keberlangsungan scene ini. Bahkan ada pendapat yang mengatakan bahwa yang membuat film ini berjalan dengan baik adalah karena film ini lahir dari dalam scene sendiri. Saya rasa memang benar pendapat demikian, hal ini dapat terlihat di dalam film ini betapa sangat pure nya cerita yang disajikan dan tanpa banyak basa - basi. Dengan mengkemas berbagai wawancara ekslusif, padat, dan menarik dari sejumlah pelaku scene ini baik itu dari musisi, produser, journalis, seniman, dan masyarakat membuat dokumentasi ini lebih berbobot dan lebih efektif dalam menyampaikan pesannya kepada para penonton.





Berbagai wawancara tersebut sebagian besar meliputi sejumlah pandangan dan testimoni dari kalangan musisi dan produer seperti Scott Reeder (Across The River, Kyuss), Geoff O'keefe (Pentagram, Bedemon), Scott "Wino" Weinrich (The Obsessed, Saint Vitus, The Hidden Hand, Spirit Caravan), Mario Lalli & Lary Lalli (Fatso Jetson), Lori S. (Acid King), Brant Bjork (Kyuss, Fu Manchu) Billy Anderson (Producer of "Dopesmoker"), Jack Endino (Producer), Tony Presedo (Tee Pee Records), etc. Perspektif yang tentunya berbeda, dan pengalaman serta kisah yang tidak seragam dari sekian narasumber menjadikan film ini terasa semakin padat berisi. Walaupun demikian, dapat kita perhatikan bahwa semua narasumber memiliki semacam visi yang serupa. Seperti ada sebuah unity dalam pola pikir mereka. Which is good, actually. Hal yang membedakan satu sama lain adalah mungkin cara, "bahasa", dan gaya mereka masing - masing dalam penyampaian, yang justru membuat film ini lebih berwarna dan sangat dinamis menurut saya.




Karena musik rock pada dasarnya adalah sesuatu yang berevolusi dan berkembang dari waktu ke waktu, dokumentasi ini juga mengingatkan dan mengenang kembali berbagai influence musik awal dari era '70. Seperti ketika pada awal film dipaparkan awal embrio kelahiran scene ini melalui influens berbagai band hard rock. Dan juga seperti yang saya katakan di awal tadi, bahwa dalam film ini juga diperlihatkan bagaimana para musisi sangat enggan berkompromi soal musik yang mereka mainkan. Seperti contohnya dengan perilaku bagaimana mereka tetap berpegang teguh pada sikap dan ideologi mereka, dan tidak peduli atau don't give a shit dengan kemauan pasar atau selera mainstream. Serta digambarkan juga dalam film ini bahwa scene ini akan tetap memainkan apa yang selama ini dimainkan. Mereka tidak akan berubah menuju arah komersialitas, dan kehidupan glamor serta mapan bukanlah sebuah tujuan. Fuckin right!

"Money's paper, I wipe my ass with paper. It's not that essential for my soul. Can't take it with you if I die tommorrow. Big deal." - Matt Pike (Sleep, High on Fire, Kalas)



                                                

Hal lain yang membuat dokumentasi ini spesial adalah bahwa dalam film ini juga digali kisah berbagai band saat ini seperti contohnya Earthless, Sleep, Om, High on Fire, Sunn O))), Dead Meadow, Comets on Fire, etc. Sangat menarik, karena tidak seperti film dokumentasi pada umumnya dimana penonton hanya dapat mendapatkan wawasan dan pengetahuan secara umum mengenai apa yang menjadi topik pembicaraan, dalam Such Hawks Such Hounds setiap orang yang menyaksikan film ini dapat juga mengetahui secara detail dan ekskluisf bagaimana kisah dan cerita yang sesungguhnya dari berbagai band yang telah disebutkan tadi.



                                  
Selain melihat berbagai aspek dari sisi musik dan bagaimana kisah scene ini bergerak, film ini ini juga mempresentasikan bagaimana pengaruh sebuah visualisasi. Atau mungkin bila kita melihat ke bentuk yang lebih konkretnya adalah artwork dan ilustrasi dari berbagai band. Dan, bahwa kemistri antara penglihatan dan pendengaran itu sangat penting dan merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Dapat kita saksikan wawancara dengan berbagai seniman yang pada umumnya mengilustrasi karya - karya seni untuk sejumlah band seperti Arik Roper, Seldon Hunt, Stephen O'Malley, etc. Dimana mereka juga memberikan persepektif dan pandangan mereka masing - masing.


Secara pribadi, dokumentasi ini adalah seperti sebuah harta karun dan hadiah paling berharga buat saya. It practically blew my mind! Saya pikir, gila! Ini yang telah saya cari selama ini. Ini dia! Ini dia subtansi untuk mengatakan persetan dan we dont give a fuck kepada industri musik populer yang semakin hari semakin tidak karuan saat ini. Kemana saja film ini selama hidup saya? Sejujurnya film ini telah memberikan dan mencerminkan pada saya salah satu hal yang telah menjadi passion bagi saya selama ini. Menyaksikannya adalah sesuatu yang sangat overwhelming dan pengalaman yang amat epik. Sepertinya film ini akan saya saksikan beberapa kali lagi dalam waktu dekat ini. Tetapi, saya bingung mengapa saya baru menemukan ini sekarang. Dua tahun setelah film ini dirilis. Tapi persetan lah, lebih baik telat daripada tidak menonton. Mungkin sama halnya seperti album Dopesmoker dari Sleep, film ini adalah sebuah harta karun yang hilang. Jikalau saya disuruh memberi rating untuk film ini dari total 5 bintang, saya akan berikan 10 mungkin. Berlebihan? Saya rasa tidak.

Such Hawks Such Hounds adalah film yang sangat patut, layak, wajib, dan saya rasa harus untuk ditonton. Malah adalah sebuah dosa dan penyesalan besar bila tidak menonton ini. Dari semua film yang sudah saya saksikan tahun ini, yang satu ini adalah jawaranya. Saya masih menunggu rilisnya Slow Southern Steel, tapi untuk saat ini Such Hawks Such Hounds masuk ke dalam daftar film yang wajib disaksikan sebelum kiamat bagi saya. Ayo matikan saja saluran musik televisi mu itu dan segera ikuti caravan ini! This is HEAVVVVYYYY!


"Sometimes the riff is just so fucking good that you just wanna hear it over, and over, and over again..." - J. Bennett


For more info visit : http://www.suchhawkssuchhounds.com/

Currently listening :


Captain Beyond - Captain Beyond






















Buayasumur.

0 comments:

Post a Comment